Gaun

1798 Kata

Plak! "Berani-beraninya kau minta kesempatan setelah semua ini!" Joana mencengkram kerah Wooseok, "Kau pikir maaf saja cukup!?" Joana menatap Wooseok lekat. Matanya bergetar, setetes air mata jatuh dari sudut matanya. Wooseok terpaku, lalu perlahan menggenggam tangan Joana yang tengah mencengkram kerahnya. Wooseok menatap mata itu. Mata yang selalu ia rindukan. Wooseok hanyut, rasanya semua orang di sekitar lenyap seperti debu. Hanya ada Wooseok, Joana, dan detak jantung Wooseok yang kini tak bisa teredam. Sutradara Bang tercengang. Dia berdiri lalu memperhatikan Wooseok, "Ekspresi itu ... wah!" Sutradara Bang menutup mulutnya karena kaget, "Cut!" semua orang yang tadinya terdiam langsung bernafas ketika mendengar teriakan Sutradara Bang yang penuh semangat, "Park Wooseok, ekspresi sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN