Daren termenung di dalam mobilnya. ia sudah keluar dari rumahnya sekitar sepuluh menit yang lalu. namun ia menghentikan mobilnya di tepi jalan dan terdiam di sana. otaknya tak lepas dari pertanyaan bundanya tadi yang mengatakan jika ia menikah, apa bundanya akan sendirian. kenapa ia bisa lupa tentang bundanya? kenapa ia bisa lupa tentang dirinya yang menjadi anak satu-satunya untuk bundanya. kenapa ia bisa lupa jika ia tak punya adik? Daren mengusap wajahnya kasar. ia kehilangan konsentrasinya. pertanyaan bundanya tak salah. jika ia menikah, tentu bundanya akan sendirian. atau apa Rain mau diaajak tinggal dengan bunda? ia yakin itu akan sulit untuk Rain. karena ia pernah membaca tentang ibu mertua yang digabung dengan istri, tak akan membuat istri nyaman. sungguh, Daren kini merasaka

