Part 16

892 Kata

Raihan memasuki rumah dengan tergesa. Setelah bermacet-macet ria dengan jalanan ibu kota, Raihan nampak lesu. Kemejanya sudah berantakan tak karuan, lipatan-lipatan kemeja sudah tak rapi lagi, dan juga sebelah kemejanya keluar dari celananya. Ia ingin secepatnya bisa bertemu Aqila. Di lubuk hatinya yang terdalam, Raihan benar-benar merasa bersalah pada istrinya karena meninggalkannya saat pingsan. "La.. Aqila..." Teriak Raihan memenuhi seantero rumah. Rasa khawatirnya semakin membuncah, karena orang yang dicari tak terlihat batang hidungnya. "Sudah pulang Mas?" Tanya Aqila yang muncul dari lantai dua rumahnya. Dengan hati-hati, satu persatu kakinya menuruni anak tangga. Raihan menarik napas lega. Aqila terlihat lebih segar dari semenjak ia tinggal tadi pagi. "Kamu ngga papa kan, sayang?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN