FOURTY EIGHT

1754 Kata

“Ayolah Dean! lo jangan bodoh. Sumpah gw tidak ingin mencaci lo orang ‘bodoh’. Tapi lihatlah lo sekarang ini seperti apa, lo itu seperti kerbau yang dicocok hidungnya oleh wanita si@l@n itu.” Kali ini Syafima mengumpat kaka sen!0rnya. “Gw memang bodoh, Sya.” Jawabnya pasrah sambil memandang Syafima dengan pandangan datarnya. Terlihat matanya sayu seperti orang yang kurang istirahat. Terlihat guratan menghitam dan kantung mata yang menghiasi wajah tampan kaka sen!0rnya itu.                  Syafima mendesah kasar melihat Dean benar-benar seperti tidak memiliki tujuan hidup setelah Kiara bersikap dingin padanya. Baru saja Dean menceritakan tentang apa yang dilakukannya di apartemen Talitha malam itu. Saat di mana sebelumnya Syafima melihat mereka bertiga di rumah sakit dan pergi bersama.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN