Dean masih terus gelisah dan ingin sekali memeluk istrinya itu sebentar saja. Ia juga ingin mengecup perut Kiara, karna sudah terlalu lama ia sibuk dengan fikirannya tentang Talitha. Begitu ia sampai di halaman rumahnya, ia melihat mobil Kiara sudah terparkir di sana. Buru-buru masuk ke dalam agar bisa cepat bertemu dengan istrinya. Dengan sedikit berlari, ia kemudian sampai di ruang keluarga tanpa melihat satu orangpun di sana. “Bi, Kiara mana?” tanya Dean begitu melihat bi Ari turun selesai membereskan kamar Dean dan Kiara. “Sudah pergi, Tuan.” Jawab bi Ari jujur sambil mengerutkan keningnya melihat tuannya yang frustasi karna ia sudah terlambat bertemu dengan istrinya. “Sudah berapa lama?” tanyanya lagi setelah duduk di sofa dan mengusap wajahnya kasar. “Setengah

