THIRTY NINE

1915 Kata

                Damar dan Dilla sudah diantar pulang. Kiara dan Dean berada di perjalanan pulang kembali ke rumah mereka. Beberapa saat dalam perjalanan Kiara dan Dean masih terdiam dengan fikiran masing-masing. Terdengar suara dering panggilan masuk di ponsel milik Dean yang ia taruh di kantong celana denim yang ia kenakan. Kiara langsung menoleh kepada suaminya yang sedang menyetir dan tak menghiraukan panggilan masuk itu. “Sayang, ada telpon tuh!” kata Kiara memberitahukan. “Biarkan aja, ga penting telpon malem-malem gini. Gangguin weekend kita aja.” Jawab Dean kemudian mematikan telponnya.                 Dean meraih tangan istrinya dan mencium tangannya beberapa kali. “Memangnya siapa itu?” tanya Kiara penasaran. “Ga tau aku juga, ga ada namanya.” Jawabnya tanpa menoleh pada is

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN