Setelah menelfon papanya Jesy menggunakan voice note, kini Alya sedang duduk bersantai dikamar dengan memakan snack, dia akan bersantai sebentar sebelum permainan yang sebenarnya akan terjadi. Sebenarnya voice note yang dikirimkan pada papanya Jesy hanyalah editan yang dibuat semirip mungkin dengan suara Jesy, mana mungkin Jesy akan bangun ketika sudah disuntikkan cairan yang akan membuatnya tidur sampai besok. Tring... Tring... Ponsel Alya berbunyi, ia kemudian mengambil ponselnya yang berada dimeja. "Halo" Alya menjawab telfon itu. "Apa kau sudah membunuh Jesy?" Tanya William. "Belum" jawab Alya. "Sayang sekali, kau mempunyai banyak saingan untuk membunuh Jesy" kata William disebrang sana. "Maksud lu?" Tanya Alya. "Kau kenal Gerland dan Aca?" Tanya William. "Gue tau nama doang

