Plaakkk... Plakkkk... Plakkkk... Bukan...itu bukan suara tamparan Aca pada Laura, melainkan suara tamparan Ara pada Debora. "Seberapa cantik lu mau ngerebut laki orang hah," geram Ara, ia masih memegang rambut Debora, takkan ia lepaskan sebelum wanita ini merasakan akibatnya. "Akhh, jelas aku lebih cantik dan seksi dibandingkan kau," ucap Debora "Heh banyak bacot juga lu," Ara kemudian berbalik menatap tajam kearah Xavier. "Kau menyukai wanita seperti ini?" Tanya. "Cih bahkan kau lebih seksi dibanding dirinya, kau tau Debora aku bersamamu dulu karna ayahmu bukan karna aku menyukaimu," ucapan Xavier membuat Debora sakit. "Lu denger sendiri kan, makanya jadi perempuan jangan kecentilan, apa lagi ini tadi lu megang laki gue kan?" Ara melepas jambakannya dan memutar tangan Debora hing
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


