Leo membawa Naya ke lorong Mall, dan gadis itu merengek minta tangannya dilepas. "Lepasin, Yo." Leo mengangkat alisnya ketika Naya memanggilnya tanpa embel-embel 'Kakak', terasa asing ditelinganya. "Lepasin, gue mau pulang!" Tanpa 'Kakak' dan gadis ini memakai 'lo-gue'. Oke, Leo cukup bingung. "Gue mau ngomong sebentar, Nay." Akhirnya Naya berhenti merengek. "Cepet." Leo menatap Naya yang tak mau menatapnya balik. "Nay, kok lo gak bales pesan gue seminggu belakangan ini?" Pertanyaan apa itu, Yo? Lo pikir aja sendiri! Rasanya Naya ingin berteriak seperti itu. "Nay, gue cuma mau tau keadaan lo---" "Gue baik. Lo bisa liat?" potong Naya. Leo mengangguk paham. "Oke, gue ngerti. Walaupun kita udah gak sama-sama lagi, lo jangan ngehindarin gue. Kita masih bisa jadi... Temen, Nay." "..

