Lycanthrope House Tea. "Jadilah kekasihku...," Aaric mencoba fokus dan memandang wajah orang di depannya. Alvian yang jadi lawan bicara Aaric mendesah kesal. "Tak bisakah kau lebih manis sedikit? Kau terlalu dingin!" "Pppffffff," Lykaios yang sedang duduk melihat menahan tawanya. "Hahahaha, aku tak tahan lagi," Ernest tertawa pecah. Aaric menggaruk tengkuknya. "Aku tak akan bisa fokus jika berlatih denganmu. Yang benar saja ... aku ini normal." Pletak! Alvian memukul kepala Aaric. "Apa kau pikir aku tak normal? Serigala s****n ini," Alvian menatap murka. "... ulang lagi!" Aaric mengambil napas dan menghembuskan perlahan. Mencoba memandang Alvian dengan penuh cinta dan rasa sayang. Ernest dan Lykaios yang melihat itu semua lagi-lagi tertawa keras. Membuat fokus Aaric pecah dan

