Rebecca menggenggam undangan di tangannya undangan pernikahan Leonel dan Violeta di tangannya dengan perasaan yang berkecamuk, frustrasi, kecewa, yang jelas sangat sakit. Semua rasa itu bersatu seolah menghantam perasaannya bagai badai. Leonel mengatakan pernikahan itu hanya pernikahan kontrak yang akan berakhir sebentar lagi. Pembohong! Terlalu munafik jika Rebecca tidak menaruh sedikit harapan terhadap kata-kata yang diucapkan oleh Leonel, baru satu Minggu yang laku pria bermata biru itu mengatakan akan bercerai sebentar lagi. Faktanya mereka justru akan menggelar pesta pernikahan dalam waktu dekat dan acaranya sangat mewah. “Candy,” ucap Rebecca. “Siapkan tiket, kita akan pergi ke Florida.” “Kau serius?” “Ya.” “Kau tidak ada pekerjaan di sana.” “Aku ingin berlibur,” ucap Rebecc

