Can't Believe

1084 Kata

“Apa Brian menyusahkanmu?” tanya Rebecca sambil melepaskan sepatu hak tingginya dan bergegas melangkah ke kamarnya tanpa memberikan kesempatan pada Candy menjawab pertanyaannya. Ia baru saja kembali dari bekerja pukul sebelas malam.. “Candy, di mana putraku....” Suara Rebecca seolah nyaris tersekat di tenggorokannya karena mendapati Brian tidak berada di sana. Ia bahkan nyaris menangis. "Candy....” “Ya Tuhan, tidak terjadi apa-apa. Brian ada di sebelah.” Candy yang telah menyusul Rebecca ke kamarnya menggelengkan kepalanya beberapa kali. Butuh beberapa detik bagi Rebecca untuk mencerna kalimat Candy. “Maksudmu?” “Kau harus tahu, kita memiliki tetangga baru.” Rebecca memiringkan kepalanya sementara kerutan di dahinya semakin dalam, ia menatap Candy dengan tatapan menerka-nerka. “Janga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN