Tidak ada yang bisa menduga ucapan Nuri yang selama ini dianggap sebagai lelucon biasa menjadi kenyataan. Setiap karyawati biasa memberikan gurauan karena memiliki pimpinan ganteng dan kaya apalagi masih jomblo alias belum terikat dengan yang namanya pernikahan. “Jadi Nuri membuktikan dirinya mampu menyandang status sebagai Nyonya Hansel? Kita lihat apakah wanita yang terbiasa dengan kehidupan kampung bisa naik statusnya menjadi wanita terhormat yang semua tata bahasaya diatur dan diperhatikan,” suara seorang wanita kembali terdengar menghina. Alea dan Inez tidak perlu melihat siapa yang sudah bersuara karena tujuan mereka bicara tentang undangan pernikahan Nuri dan Hans memang bertujuan menimbulkan kehebohan. “Setidaknya Nuri tidak omong kosong dengan bermimpi terlalu tinggi. Omong-om

