31

939 Kata

Setelah seminggu sejak persidangan, Fendi masih belum sadarkan diri. Karenanya, Sherin pun memutuskan untuk masuk kuliah lagi. Menitipkan sang ayah pada suster yang berjaga. Sherin tak mau meninggalkan kelas terlalu lama. Hari ini, Sherin berangkat ke kampus bersama dengan Vano dan Vian. Mereka sengaja menjemput Sherin ke rumah yang ditempati Sherin dengan sang ayah. Dan Sherin senang karena kebaikan anak-anak Revan. Di dalam mobil, Sherin akan duduk di belakang awalnya. Namun, Vian menyuruh Sherin untuk duduk di depan bersama Vano yang menyetir. Sherin menolak, merasa tak enak hati. Namun jawaban dari keduanya membuat Sherin merasa malu. "Sherin, kita berdua hanya ingin menghormatimu sebagai calon ibu kita. Jadi, duduklah di depan." Itulah yang dikatakan Vano dan Vian secara bersamaan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN