218

1705 Kata

Tidak lama kemudian suara kereta api berbunyi, “Tutttt....tutttt!” yang berhenti tepat di depanku. Lalu pintu dibuka perlahan-lahan, orang-orang dari dalam kereta api segera keluar dengan tertib. Lalu setelah itu, aku masuk ke dalam kereta api dan duduk di kursi. Perlahan-lahan kereta api mulai berjalan menuju stasiun kereta api Ochayama. Kereta api berjalan, seorang pria berpindah tempat duduk dan duduk di sampingku. Pria yang mengenakan pakaian seragam sekolah dari akademi lain. “Hai, boleh kenalan?” ucap pria disampingku. “Ya tentu, namaku An!” jawabku tanpa mengulurkan tangan sementara pria itu telah mengulurkan tangannya. He melihat tangannya dan menariknya kembali. “Oh tidak apa, namaku Steven. Aku dari dari akademi Ochayama, kamu dari akademi Yexiao kan?” ucap Steven. “Ya benar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN