224

1980 Kata

Sementara itu keberadaan Yasashi dan Zanko beserta teman-temannya.  Mereka masih berada di luar ruang rawat, berada di ruang tunggu tepatnya. “Aku akan menghubungi orang tuanya. Jika kalian ingin pergi, ya pergi saja! Lagi pula ini bukan salah kalian juga. Urusan ini belum kita ketahui, apakah penyebabnya adalah hubungan antara dia dengan kekasihnya atau ini urusan kita dengan geng mereka” ucap Yasashi. “Ya, kita harus menunggu hingga ia sadar” ucap Zanko. “Aku setuju, tapi.....tidak ada yang kalian rahasiakan dariku kan?” ucap Yasashi menatap tajam teman-temannya. Teman-temannya hanya tersenyum dan memasang wajah biasa, dans rasa takut menyelimuti tubuh mereka. Yasashi bukanlah ketua geng ini, tetapi ia adalah orang yang tidak sengaja terlibat perkelahian antara adik laki-lakinya da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN