"Terima kasih sudah mengajak Ibu kemari. Tapi, jangan terlalu sering. Pasti makan di restoran mewah seperti ini mahal bayar." "Nikmati saja, Yul. Anak-anak kita sudah memikirkan uang yang harus dikeluarkan agar bisa makan bersama kita di sini." Wina cepat menganggukkan kepala, pasca sang ibu menoleh ke arahnya. Senyuman di wajah semakin dilebarkan seraya pandangi sosok ibu mertuanya yang tengah pusatkan atwnsi ke arah dirinya. Wina tak segera lontarkan jawaban karena masih menyantap pasta. Namun, secara cepat dikunyahnya supaya dapat lekas pula ditelan. Kalimat balasan telah tersusun rapi di dalam kepala. "Benar kata Mama, Bu. Aku sama Gandhi sudah siapkan uang tersendiri makan di sini dan nggak akan membuat kami merugi. Aku juga belikan Mama sama Ibu hadiah, lho." Sedetik selepas,

