Tangan Indra meraba ke samping, mencari keberadaan Marisa. Ia membuka kedua mata dan tidak mendapati Marisa. Tercium aroma masakan yang begitu menggoda. Indra bertanya-tanya siapa yang menggunakan dapur? Semalam ia menyuruh asisten rumah untuk tidak datang hari ini. Ia kemudian mengingat bahwa gadisnya pintar memasak. Pasti yang menggunakan dapur untuk memasak adalah Marisa. Marisa menata nasi goreng yang dihias telur mata sapi, potongan mentimun, dan tomat serta daun bokor di meja makan. Indra memeluk Marisa dari belakang dan berhasil membuat gadis itu kaget. Ia kemudian mencium leher belakang Marisa yang terlihat jenjang karena rambutnya yang diikat tinggi. Samar-samar, ia merasakan debaran jantung Marisa "Terima kasih makanannya.” Indra membalikkan tubuh Marisa dan menempelkan pungg

