= POV Marisa = Setelah sekian lama itu orang nggak nongol, dia tiba-tiba menampakkan diri pas aku lagi sama Kak Januar. Dia bikin aku jadi tontonan orang-orang. Terlebih lagi aku bingung gimana cara ngadepin situasi kaya gini. Aku terpaksa bilang nggak kenal. Semoga Kak Januar percaya, dan semoga Kak Indra nggak mengganggu pikiranku lagi. Saat ini aku menggenggam lengan Kak Januar erat, dengan Rosa dan Roy yang berada di belakang. Aku sedang dalam perjalanan menuju klinik di antar oleh mereka bertiga. ☆☆☆ “Akhir pekan ini, kamu sibuk nggak? Selesai hari Sabtu ini, praktik di kliniknya tinggal asuhan ke-40 hari aja, kan?” tanya Januar sambil mengelus puncak kepala Marisa. “Iya, Kak. Boleh dibilang antara sibuk dan nggak sibuk, sih. Soal asuhan ke-40 hari bisa datang langsung ke rumah

