Marisa sudah sampai di Kabupaten Purwakarta. Ia ditempatkan di tempat praktik bidan desa yang terletak sangat jauh, dekat dengan proyek penambangan pasir dan batu cadas, di mana bukit dan gunung terlihat sedang dirobohkan dengan alat-alat berat. Jalanan terlihat sangat rusak, berdebu, dan banyak dilewati mobil-mobil truk. Sepanjang perjalanan diantarkan oleh mobil kampus, Marisa memperhatikan jalan, menghafalkannya untuk berjaga-jaga. Jika ia tidak dijemput Januar, ia bisa pergi sendiri dengan kendaraan umum untuk konsultasi skripsi ke kampusnya. Ternyata butuh empat kendaraan dari Jakarta untuk sampai ke tempat praktik, begitu pula dari tempat praktik ke kampus. Sungguh perjalanan yang panjang dan membutuhkan tenaga ekstra. Marisa kini telah sampai di sebuah rumah bidan praktik mandiri

