Marisa memeluk Indra dan masih duduk di pangkuannya. Gadis itu menghirup udara di ceruk leher sambil melingkarkan lengan ke pinggang pria tersebut. “Sekarang udah tahu kan aku diemin A’a karena apa?" “Sayang, A’a waktu itu lagi tidur. A’a kelelahan karena semalaman di sini dan nggak pulang. Kamu lihat sendiri kan di rekaman CCTV ini, Karin yang duluan cium A’a." “Aku cemburu!” Marisa memukul-mukul da-da bidang Indra. “Maaf, Sayang.” Indra mencium kening Marisa. “Mana kotak makanan kesayangan aku dibuang sama si Karin yang ngeselin itu.” “Nanti A’a beliin yang baru. Jangan marah lagi, ya!" “Itu aku masak pagi-pagi tahu, spesial buat A’a, hiks hiks.” Marisa kembali menangis. "Udah jangan nangis. Yang penting sekarang udah tahu kan kebenarannya kayak gimana, jadi jangan salah paham la

