BAB 43

1449 Kata

Sepasang kekasih terlihat tengah bertengkar di koridor kampus. Beruntung saat itu kampus tidak terlalu ramai sehingga tidak banyak orang yang memperhatikan mereka. “Kenapa pake ketemuan segala sih sama mantan kamu itu?" Januar berbicara dengan nada tinggi. “Ada urusan penting, Kak," jawab Marisa. “Sepenting apa sampe kamu nggak izin ke Kakak dulu?" “Istrinya abis berantem sama aku, Kak." “Kenapa nggak lapor Kakak dulu biar Kakak yang kasih pelajaran sama istrinya Febry?" “Aku tadinya nggak mau ngerepotin Kakak." “Kamu anggep Kakak sebagai pacar kamu nggak sih, Sa? Ada apa-apa itu bilang. Punya mulut kan buat ngomong, ya seharusnya dipake buat laporan ke Kakak." “Maaf, Kak." Marisa menundukkan kepalanya. “Nanti kalau Febry mengambil kesempatan dalam kesempitan gimana?" “Nggak akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN