21

1585 Kata

“Bintang? Kamu ngapain di sini?” tanya seorang gadis yang memakai payung dan membuat dirinya tidak basah oleh air hujan. Rasi. Bintang berdiri. Kakinya melangkah, mengabaikan hujan yang mulai membasahinya. “Kamu dari mana aja sampe pulang selarut ini, Ras?” Alih-alih menjawab, ia malah bertanya balik, seakan tidak tahu gadis itu baru kembali dari mana. “Aku dari rumah sakit, Bi... Penyakit Biru semakin parah...” tutur Rasi seraya menatap mata Bintang, seolah mengharap untuk dimengerti. “Aku⸻” “Waktu lalu Biru sempet kritis. Aku takut banget kehilangan dia. Omongannya udah aneh-aneh. Dia selalu mengandai-ngandai kalau dirinya udah nggak ada.” Baru saja Bintang hendak mulai bicara dan mengatakan semuanya, tentang dirinya yang saat ini benar-benar sedang membutuhkan gadis itu, namun nyata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN