Lalu lalang orang tak bisa benar-benar kuperhatikan. Di otakku, di pikiranku hanya ada Mikayla yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anak kami. Yah saat ini aku berada di rumah sakit. Tepat pukul 8 malam tadi, air ketuban Mikayla pecah saat ia hendak menyiapkan makan malam untukku. Tentu saja aku panik, bahkan aku marah-marah menunggu ambulance yang tak kunjung datang. Sekarang sudah pukul 12 malam namun Mikayla masih berada di dalam ruang VK, menjerit kesakitan dan suaranya nyaring terdengar hingga luar ruangan, aku tidak bisa masuk kedalam menemaninya, dokter bilang jika keadaanya sudah bisa dikontrol aku bisa menemani istriku. Tapi ini sudah empat jam mereka didalam tanpa aku, aku tidak bisa tahan. Aku ingin menemani Mikayla, ingin menggenggam tangannya erat, me

