Pagi itu tampak sama seperti pagi pagi sebelumnya, ini sudah sebulan penuh Alfath melupakan sebagian ingatannya. Terapi masih ia jalani, meski ada kemajuan Alfath tetap tidak ingat Key. Yang ia ingat hanya sepenggal memori masa kecil, trauma saat kedua orang tuanya tiada. Alfath tidak pergi bekerja, semua karyawan, para pemegang saham tak luput mempertanyakan kenapa Alfath selama itu cuti dari pekerjaannya. Tapi Paman Geka tak bodoh berbohong dan mencari berbagai macam alasan yang sangat kuat. Bersamaan dengan diadakannya proyek di luar kota, Paman Geka memanfaatkan hal itu untuk alasan kenapa Alfath cuti panjang di kantor pusat. Alfath sedang mengurusi proyek baru dan sedang fokus menjaga Key yang sedang hamil tua. Berhasil, mereka semua percaya begitu saja. Dan selama sebulan posisi pre

