Epilogue

1626 Kata

Setelah meletakkan bunga dan membacakan doa, Titan bangkit. Sore ini memang ia sedang berada di samping makam yang bertuliskan Aditya Dirgantara. Ini pertama kalinya Titan mengunjungi makam laki-laki itu sejak Adit meninggalkannya. Tidak pernah ada kesempatan, atau lebih kebelum siapnya Titan. Dan juga karena orang-orang terdekat Adit yang tidak memperbolehkannya. Sejauh ini usaha Titan untuk tidak mengeluarkan air matanya berhasil. Gadis itu menghela napas pelan dan mengusap nisan hitam itu. Dit, sori baru berani nemuin lo sekarang. Jujur, kangen banget sama elo. Kangen perintah lo, kangen tawa lo, kangen perhatian lo, bahkan gue juga kangen lo marahin gue. Gue juga tau, pasti lo juga kecewa banget sama gue, tapiㅡDit, gue gak pernah marah sama lo karena selama kita bareng elo gak perna

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN