❝Who wants an ever after if it ain't forever at all❞ — daya, Back to me. ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀ Tangan Titan menyentuh embun, akibat suhu yang menurun, di jendela taksi yang ia tumpangi untuk mengantarkan dirinya menemui Gendra di Straw Cafe, yang ternyata agak jauh dari rumahnya. Jari telunjuknya bergerak membentuk garis tidak beraturan di sana. Kedua matanya melihat ke arah luar jendela. Tatapannya terkesan kosong. Dan kini, pikirannya menuju kepada pertemuan pertama mereka-setelah tiga hari mereka saling menjauh. Pengkhianatan. Kesalahpahaman. Keraguan. Tidak ingin meninggalkan. Break. Titan mengusap lehernya dengan tangannya yang mendingin. She shouldn't have done the s**t like that. And broke two hearts at the same time. Titan tersenyum kecut, karena dirinya

