90. Speak up.

1875 Kata

Datang ke kedai pizza merupakan hal yang cukup bijak bagi mereka, sejenak menjauhi hawa dingin yang menguliti di luar sana—untuk duduk di sudut kedai—di antara pengunjung lain nan datang kemari—mungkin denyan alasan yang sama, setelah Rafael menunjuk dua pizza dari buku menu, pramusaji menyingkir. Sementara Alaka membuka instagramnya untuk memulai live streaming mereka pada aplikasi tersebut, ia menyandarkan ponsel pada sebuah vas kaca berisi setangkai mawar di permukaan meja. "Deketan ya duduknya," ucap Alaka saat menggeser posisi sendiri agar lebih rapat dengan Rafael, setelah sekian lama mereka melakukan rutinitas ini lagi kan. "Nanti aja deh mulainya pas itu pizza udah datang, gue tadi cuma posting di snapgram kalau gue mau ngelive, ini pertama kali lho gue ngelive lagi." "Masa?" Al

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN