86. Pengakuan.

1653 Kata

Hanya satu jam mereka berada di Dam Square setelah berkali-kali Jasper memergoki Alaka yang menguap lebar, tapi cewek itu terus menegaskan kalau ia baik-baik saja, akibatnya Jasper memaksa agar mereka lekas pulang, toh seharian ini Alaka memang belum terlelap sama sekali. Padahal seharusnya menyenangkan bisa berada di antara banyak orang yang merasa bahagia dari tempat ini, tapi ya sudahlah—ngantuk tetap ngantuk saja. Kini mereka menyusuri trotoar saat jarum pendek menemui angka delapan, kompak bergeming dan tenggelam bersama pemikiran masing-masing, jika Alaka melirik Jasper, cowok itu tersenyum ramah, membuatnya merasa lumayan canggung, ia pikir si bule terlihat aneh. Sedangkan Alaka tengah menimang-nimang keputusannya untuk membicarakan tentang malam tahun baru nanti atau tidak. Ngomo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN