"Makasih udah ditraktir teh sama croissant," ucap Alaka saat mereka menyusuri trotoar setelah keluar dari kedai kopi. "Sama-sama." Rafael hampir lupa kalau ia menyimpan beanie Alaka di saku mantel, cowok itu merogohnya dan menyentop Alaka, tanpa basa-basi ia memasangkan benda pelindung kepala berbahan lembut nan halus tersebut sembari merapikan rambut agar bersembunyi di bawah beanie. "Dah, rapi." "Makasih lagi." "Lo kalau musim dingin kayak gini, habis kuliah terus ngapain?" Pertanyaan yang cukup rancu sampai-sampai Alaka mengernyit menanggapinya, tapi ia yakin Rafael tak bermaksud negatif. "Gue tidur-tiduran, nonton drama Korea, ngerjain tugas kampus, baca novel sambil minum cokelat panas. Lagian musim dingin mau ngapain? Leyeh-leyeh dong." Ia menarik tangan Rafael saat mengajaknya me

