"Hati-hati ya, Nak. Bunda sama Rani mau pulang dulu, kamu jaga kesehatan, jaga pola makan, tetap semangat kuliahnya biar cepat lulus dan balik ke Indonesia. Bunda selalu kangen Alaka." Maudy mendekap dan mengecup sepasang pipi, kening dan berakhir di puncak kepala. "Kalau udah sampai bunda langsung video call atau ngechat Alaka." Ya, lagi-lagi perpisahan terjadi kali ini, tapi Alaka tak bisa mengantar mereka ke bandara karena jarak yang jauh, lagipula ia memiliki kesibukan lain. "Gue juga pamit ya, Al." Giliran Rani mendekap erat seseorang yang sudah ia anggap adik sendiri, ia juga mengecup pipi Alaka. "Makasih udah jadi tour guide selama gue di sini, semoga lo nggak kapok ya." "Aman kok, Mbak. Nanti kalau lo nikah dan gue masih enggak bisa pulang, jangan lupa video call ya, Mbak. Biar g

