82. Tinggal sejenak.

1523 Kata

"Ih, lo tuh ngapain?" Alaka menepis begitu saja tangan Rafael yang sempat menggenggamnya, mereka menjauh dari orang-orang, berdiri di sisi tembok sebuah kedai burger yang buka. "Gue mau ngomong." "Ya udah ngomong-ngomomg aja, kenapa mesti ditarik ke sini, nanti orang mikir apa." "Baru juga datang, udah mau ngambek?" Rafael mendengkus, ia merogoh sesuatu dari saku mantel, meraih tangan Alaka dan meletakan pemberiannya di sana, dua buah permen cokelat yang sudah lama tak Alaka nikmati. Cewek itu pernah memakan pemberian Jasper, meski jauh lebih nikmat karena di produksi oleh pabrik dengan brand ternama di dunia, tapi rasa juga bisa dikalahkan oleh kenangan. Jadi, saat memakannya pun tak menimbulkan efek apa-apa, mengingat Rafael sejenak, setelah itu lesap lagi. Beda untuk dua permen coke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN