74. Sebeku Amsterdam.

1043 Kata

Perubahan iklimnya kembali bergulir setelah beberapa bulan, dan sekarang November sudah menyapa, musim dingin yang membawa beku serta kaku bagi sebagian orang—termasuk Alaka nan lebih senang melarikan diri jika kelas berakhir, ia tak memiliki niat pergi ke mana-mana kalau tidak terdesak, Alaka lebih senang kembali ke tempat tinggalnya daripada berkeliling—entah mencari kesenangan apa—meski dua tahun lebih di sini dan ketiga kalinya ia menerima musim dingin di Amsterdam. Alaka tak ingin berkeliling menyusuri sisi kanal, datang ke Voldenpark, menaiki sepeda sekadar melihat kincir angin di De Gooyer Windmil atau menemui puluhan merpati yang mungkin menikmati musim dingin mereka di Dam Square. Alaka langsung berhibernasi kalau urusannya di kampus telah usai, ia tak pernah menerima ajakan Ange

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN