Nayla memutuskan untuk pulang ke rumah lebih awal sekitar pukul lima sore ia sudah ada di rumah. Sebagai seorang menantu, Nayla tidak mungkin merepotkan ibu mertuanya walau hanya untuk sekedar memasak makan malam saja. Apalagi setelah mengingat perlakukan serta kata-kata beliau kepadanya tentu saja Nayla tidak ingin terlihat semakin buruk di mata ibu Aisyah. Setidaknya Nayla ingin mengubah padangan buruk tersebut dengan segala usahanya walau hasilnya mungkin akan sama saja. “Eh Adnan juga pulang lebih awal hari ini?” gumam Nayla ketika melihat mobil Adnan yang sudah terparkir di halaman rumahnya. Tapi kalau dipikir lagi bukannya sudah seharusnya Adnan menemani kedua orang tuanya yang sedang berkunjung ke rumah. Ketika Nayla baru saja sampai di ruang tengah, ia sudah mencium aroma daging

