"Memang dia pikir, dia itu siapa beraninya membuatku kesal," omel Nayla ketika wanita itu sudah mengganti pakaiannya dengan sebuah piyama. Kini pun Nayla sedang mengoleskan body lotion di seluruh tubuhnya sebelum tidur. Jika diingat kembali Nayla benar-benar merasa sangat kesal dengan Adnan. Ketika Nayla sedang mengomel sendirian tanpa sengaja Adnan masuk ke dalam kamar Nayla hingga wanita itu memberikan tatapan sinis. "Kenapa lagi kamu ke kamar aku?" tanya Nayla dengan nada ketus. "Maaf tapi aku ingin mengambil beberapa barang milikku yang belum sempat aku pindahkan, Nay." "Oh…." Sungguh Adnan merasa sangat bingung dengan sikap Nayla yang berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelum. Sampai-sampai Adnan memutar semua memori tentang kejadian hari ini yang mungkin terlewatkan

