15. Datang Bulan

1208 Kata

Malam harinya, saat suaminya pulang kerja, Embun seperti biasa menyambut dengan senyuman. Selesai meladeni Arka makan, mandi, dan lain sebagainya, wanita itu lembut memijit punggung sang suami. “Mas,” panggil Embun. “Iya, Sayang?” Arka yang tengkurap di karpet itu melihat istrinya dengan senyuman. “Tadi Bapak ke sini,” kata Embun. “Oh, iya ya, Sayang. Mas belum pernah ke Bapak ya? Nanti ya, Sayang, kalau Mas sudah gajian kita ke rumah Bapak.” Embun tersenyum memeluk suaminya. “Terima kasih, Suamiku.” Embun kecupi punggung suaminya. Arka tersenyum lebar minta cium. Dicium Embun di bibir. “Oh ya, Sayang. Aku sudah ngasih tahu belum? Besok tanggal satu aku sudah mulai ngantor.” “Iya kah, Mas? Selamat, Suamiku.” Embun peluk suaminya. Dia hujani wajah suaminya dengan ciuman. “Kata Pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN