Agung yang mengurus untuk dokumen dan administrasi Embun. Sayangnya, Dokter Nuril melarang Agung untuk ikut ke ruang operasi. “Ini bagian dari pembelajaran untuk kamu, Agung. Sesuai kode etik, dokter harus bersifat profesional dan tidak emosional. Sudah, kamu tunggu di sini.” “Tapi, Dok, Embun, Embun-” Agung berusaha masuk, tapi ditahan oleh dua orang perawat lelaki. “Tunggu di sini, gak sampai setengah jam kok, Gung. Tenangkan hatimu,” kata Dokter Nuril. Beliau lalu menutup pintu ruang operasi. Agung terlihat sedih sekali. Lelaki itu berulang kali mengusap air mata. Duduk, berdiri, mengetuk pintu ruang operasi, duduk lagi, mengetuk pintu lagi, begitu terus. Sementara itu, di ruang operasi, proses kuretase masih berlangsung, spekulum pun masih terpasang, membuka dan menahan bagian pa

