23. (Bukan) Kasus Receh

1302 Kata

Mata Arka dingin melihat istrinya. Tangan pemuda itu menyusuri wajah istrinya. “M-Mas mau apa?” tanya Embun. Wanita itu ketakutan berurai air mata. Tangan Arka sampai di leher istrinya. Membuat Embun kian deras air matanya. “Mas, t-tolong, jangan,” tangis Embun. Arka lihat wajah istrinya. Bibir yang bergetar, wajah yang basah. Tangan pemuda itu menyusur, melingkar di leher istrinya. Embun sesenggukan menangis. Takut, takut sekali jika Arka sampai mencekiknya. “Ehhkk. Ehhkkk.” Benar saja. Arka mencekik Embun. Wajah pemuda itu dingin, memperhatikan istrinya yang menggapai-gapai ingin dilepaskan. Embun terbatuk-batuk saat Arka melepaskan cengkraman di lehernya. Wanita itu tak melihat, kala tangan Arka terangkat untuk meninju perutnya. “Ah!!!” jerit Embun. Dengan tenaga yang entah dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN