Seperti biasanya Alexander sudah menunggu Christine yang tak kunjung bangun. Lelaki tampan itu terus mengusap puncak kepala sang istri dengan lembut. Dan sesekali menyanyikan sebuah lagu untuk Christine, agar istrinya mau bangun dan menatapnya. Dia begitu merindukan mata Christine yang sangat dia suka, jika istrinya itu sedang menatapnya dengan kesal. Dia rindu Christine yang mengomelinya, merengek manja padanya, dan sikap keras kepala Christine, yang bisa membuatnya jengkel kapan saja. " Chris apa kau tidak merindukan aku?" tanya Alexander dengan lembut Alexander kembali meneteskan air matanya, karena istrinya tetap tidak mau bangun dan menyapanya. Bahkan setiap kali dia menyapa Christine tidak merespon sama sekali. Dua Minggu istrinya berbaring dengan luka-luka di tubuhnya. Membuat Ale

