Jade tengah menatap keluar jendela dengan pandangan kosong, sejak pagi terus saja murung dan melewatkan sarapan juga makan siangnya. Pikirannya kacau mengingat suami yang dirindukannya menangis tepat di depan matanya sendiri. Hatinya sesak melihat Lucas yang begitu kuat dan tidak pernah mengeluarkan air matanya selama di kenalnya dulu. Perjalanan air matanya jatuh mengingat Lucas semalam, meminta maaf padanya, dengan tangis dan bahkan bersimbah di depannya. Suara pintu kamarnya terbuka membuat Jade buru-buru menghapus air matanya. " Ma aku ingin keluar sebentar " ucap Felix meminta izin " Ya, pergilah tapi ingat jangan lama-lama dan bawa bodyguard mu " pesan Jade tanpa melihat putranya " Baik, thanks ma " ucap Felix Tidak biasanya Jade tak menatap Felix, ketika putranya akan perg

