Sepanjang jalan, Gestazh hanya terdiam. Semenjak aku tanya perihal perasaannya terhadap Naura, dia langsung terdiam tanpa menghiraukanku yang terus memaksanya untuk jujur. "Tunggu sebentar aku membeli makanan dulu untuk dimakan di rumah," ucapnya sembari memarkirkan mobilnya di tepi jalan yang tak jauh dari rumah, sebentar lagi kami sampai. Mendengar ucapannya, aku hanya mengangguk. Aku kira dia marah, tapi syukurlah mendengarnya berkata seperti itu membuatku lega. Kulihat dia berjalan ke arah pedagang sate padang yang tak jauh dari sini. Lama aku menunggu akhirnya Gestazh kembali dengan menenteng kantung plastik yang berisikan makanan. "Gestazh," panggilku pelan ketika dia mulai menginjak pedal gas. Dia hanya menoleh tanpa menjawab. "Kau marah padaku ya? Kau marah karena aku bertanya

