TMP ~ Meminta Izin

1906 Kata

Dua hari kemudian. Malam hari. "Ma." Shivani mendudukkan diri di tengah di antara Mama Anna dan Papa Edo yang sedang duduk santai di atas sofa sembari menyaksikan tayangan televisi. Sebuah talk show yang menceritakan para pencari jodoh dengan tidak masuk akalnya. Tidak tau kenapa Mama Anna dan Papa Edo melihat acara konyol seperti itu setelah makan malam selesai dua puluh menit yang lalu. Apa untungnya, coba? Kenapa mereka tidak melihat berita saja? Aneh. "Apa?" Mama Anna bertanya malas. Bukan karena dia sedang fokus menyaksikan tayangan televisi, bukan juga karena dia sedang sibuk berdebat dengan isi kepalanya, hanya saja dia merasa firasatnya tidak baik dengan kedatangan Shivani yang tiba tiba ikut menonton acara televisi. Kalau tidak ada maunya, gadis itu pasti memiliki semacam renc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN