"Bisa kamu masukkan nomor hpmu ke sini?" Eric mengulurkan hpnya kepada Shivani setelah Shivani menghentikan mobil tepat di depan Rumah Sakit. Sebuah rumah sakit besar dan terbaik dengan nama yang sudah tersohor. Rumah sakit ini menjadi yang terbaik ke dua di kota ini. Shivani memutar bola mata sebentar. Nomor hp? Apakah itu perlu? Sesaat kemudian. "Tentu." Shivani menjawab sembari meraih hp Eric lalu mengetik dan menyimpan nomornya di sana. Menyimpan nomornya tentu saja penting, selain takut dia tidak akan bertanggungjawab, Eric pasti takut kalau dia lalai dan kabur begitu saja tanpa bisa di hubungi. So, make sense. Masih untung Eric hanya meminta nomor hp, tidak KTP atau SIMnya. Coba kalau Eric meminta KTP, SIM, surat mobilnya, nomor sepatu, nomor celana, dan nomor pakaian dalamnya

