Ruang Kerja. Selesai menyiapkan segala yang di butuhkan, Shivani segera mendudukkan diri di atas sofa. Letak duduknya berhadapan dengan Leo yang sudah lebih dulu duduk. Shivani sedikit gugup. Hanya berdua di dalam ruangan membuat detak jantungnya berdebar hebat dan tidak terkendali. Di sana, adalah mata dan jantung Raiden. Dan posisi mereka yang hanya terhalang meja membuatnya tidak tau lagi harus berbuat apa. Apakah dia senang? Tentu saja. Dia senang bercampur haru karena bisa sedekat ini dengan sesuatu yang sudah di takdirkan untuknya. "Raiden, akhirnya aku bisa kembali dekat dengan debaran yang dulu adalah milikku." Ucapnya di dalam hati. Karena sudah sampai pada tahap ini, Shivani bersumpah akan selalu menjaga sesuatu yang sudah Raiden tinggalkan meski resiko terburuknya adalah

