Pagi harinya. Shivani turun ke lantai bawah saat merasa tenggorokannya kering. Dia berjalan ke dapur, kemudian mengambil sebuah botol air mineral dari dalam kulkas. Setelah itu dia menenggak isinya sampai tersisa separuhnya. Baru setelah itu dia mengembalikan botol itu ke tempatnya semula. Shivani hendak kembali ke lantai atas ke kamar tidurnya untuk membersihkan diri, namun dia sangat terkejut karena saat membalikan badan, Leo sudah berdiri di hadapannya seperti hantu. "Ah." Shivani menjerit sembari mundur dua langkah. "Apa anda hantu? Kenapa anda selalu saja mengejutkan saya?" Shivani menyentuh dadanya yang berdegup kencang layaknya tengah maraton sejauh empat puluh kilometer. Leo melipat tangan di d**a. "Kenapa kamu terkejut? Apa kamu melakukan kesalahan?" Tanyanya dengan tatapan p

