Bagian 49

2102 Kata

"Amour, sampai kapan kau akan mengunci pergerakanku?" William bertanya pelan setelah 2 jam Alenia memeluk lelaki itu layaknya guling. Tangan dan kakinya melingkari tubuh suaminya yang tinggi ramping namun berotot. Sejak pertengkaran semalam, Alenia benar-benar seperti lem, tidurpun meminta agar William memeluknya. Saat bangun pagi tadi, Alenia langsung memeluk William seerat mungkin layaknya guling dan tak melepasnya sedikit pun. "Amour?" "Bisakah kau tidak pergi?" Karena ini adalah hari keberangkatan William ke Jepang. Wanita itu menyembunyikan wajahnya di d**a bidang William, menitikkan air matanya diam-diam selama setengah jam terakhir. Ia tidak mau ditinggal oleh William. Ia ingin selalu dekat-dekat dengan suaminya. Dengan memikirkan bahwa mereka tak akan bertemu selama sebulan, Ale

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN