Sekali lagi, William meminta gadis itu untuk datang lebih awal. Lelaki itu menunggu di meja minuman tidak jauh dari lift, tatapannya hanya terfokus pada pintu besi persegi itu sembari menerka kapan Alenia akan tiba. Ia mengabaikan beberapa wanita yang menghampirinya untuk berkenalan. Responnya dingin dan acuh tak acuh. Sama sekali bukan tipe teman kencan yang baik. Dan akhirnya yang ia tunggu tiba. Alenia keluar dari lift, mendorong kereta bayi Sean dengan canggung. Ia menatap ragu ke sekitar sebelum akhirnya menemukan William berdiri di dekat meja minuman, menatapnya dengan tangan kiri di saku celana dan tangan kanan memegang gelas sloki berisi cairan bening. William menaruh gelas minumannya dan menghampiri gadis itu dengan langkah anggun bak bangsawan. Tanpa diduga Alenia sama sekali,

