"Kau ingin gaun yang mana, Amour?" William bertanya dari arah belakang saat Alenia terpaku di deretan gaun-gaun cantik di hadapannya. Lelaki itu melingkari pinggang Alenia dari belakang lalu menyandarkan dagunya di pundak kanan wanita itu, mengabaikan asisten butik yang malah terlihat malu dan salah tingkah karena William begitu gamblang memberikan perhatiannya untuk Alenia. "Aku bingung." Tatapannya tak lepas dari sana. Ia lalu maju, menngeluarkan sebuah gaun dan menunjukkannya pada William. "Ini?" William menggeleng. Ia melangkah maju untuk berdiri di belakang Alenia dan mengarahkan tangan kecil yang sedang membawa gaun itu agar menaruhnya kembali. Lelaki itu menunduk, mendaratkan sebuah kecupan di bahu kecil milik Alenia. "I don't want you to show your shoulder, Amour. Dan, belahannya

