Satu minggu berlalu begitu cepat, sampai saat ini kondisi Zetta tidak mengalami perubahan. Ia masih tetap memejamkan mata, dengan kondisi yang stabil. Hanya saja, kesadarannya masih juga belum kembali. Kondisi memar, dan beberapa luka dibagian tubuhnya juga mulai mengering. Selama itu juga, Jessa menjaga Zetta, bekerja dari ruang pasien dengan laptop dan ponsel yang selalu siap di atas meja. Tidak hanya Jessa, terkadang Evan dan Felix secara bergantian akan datang untuk menemani Jessa maupun membantu pekerjaannya. Seperti saat ini, Evan tengah duduk di samping Jessa dengan sepiring kudapan yang ia suapkan ke dalam mulut kekasihnya itu. Sedangkan Jessa sendiri tengah fokus pada laporan yang dikirim oleh karyawan di kantornya. “Sayang … kau harus hadir ke kantor, pekerjaan ini tidak bisa k

