Jessa kembali ke rumah keluarga Salinas. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sang ibu. Mengapa Martha begitu mengacuhkan dirinya sebagai seorang anak. Pertanyaan demi pertanyaan muncul di pikiran Jessa, hingga membuatnya sakit pada bagian kepala. Jessa yang sedang mencoba untuk tenang merasa jika sesuatu akan muncul dalam ingatannya. Sebuah ingatan yang telah lama hilang membuat Jessa ingin sekali mengingatnya kembali. “Sayang … ada apa?” tanya Evan yang sejak beberapa waktu lalu ada di sampingnya. “Tidak, kepalaku terasa sedikit sakit,” jawab Jessa. “Kau terlalu memikirkan Martha, cukup untuk semua ini. Aku akan segera mengirimkan gugatan cerai padanya,” ujar Evan. “Evan, jangan gegabah. Mungkin saja Mama sedang mengalami masalah di kantor.” Jessa selalu saja membela wanit

